Selasa, 30 Juli 2013

Pelatihan Pembuatan Pesawat Aeromodelling Jenis RC Berbahan Komposit


Bagi Rekan-Rekan yang membutuhkan pelatihan pembuatan Pesawat Aeromodelling jenis RC berbahan komposit, silakan menghubungi kami. 

Materi pelatihan antara lain:
- Pengertian dan pengenalan alat dan bahan komposit. 
- Pembuatan cetakan fuselas dan wing
- Pembuatan fuselas dan wing dengan teknik vakum
- Perakitan wing secara sandwich
- Teknik laminasi. 


Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari.
 
Bagi peserta di akhir pelatihan akan diberikan mamo (master molding) pesawat aeromodelling, fuselas dari komposit, catakan stabilo, dan kayu balsa yang sudah dilaminating.
Pelatihan akan diselenggarakan di Lab Aerodinamika STT Adisutjipto Yogya Jl Janti blok R lanud Adisutjipto DIY. 
Informasi lebih lanjut hubungi: Moh. Ardi Cahyono. No HP 08170230343 e-mail: total_sacrifice@yahoo.com

Rabu, 30 November 2011

The Occurrence of Lift Force

Aircraft are most concerned vehicle to the lift force.
Aerodynamics force caused by air across the aerofoil. Lift force, including part of the aerodynamics force. Airfoil is the cross section of aircraft wings. Air when passing the airfoil is shown in the figure below.
Air trajectories when moving through the airfoil is shown in the picture above. The air over the airfoil moves faster than the air under the airfoil because of the air over the airfoil travel longer distances with the same time with the air under the airfoil. Bernoulli equation is as follows: p + ro * g * h +0.5 * ro * V ^ 2 = constant. Assuming h above and below the airfoil equal value, in order to obtain the air pressure below the airfoil will be greater than the air pressure above the airfoil.

How to Production of Aircraft Out Hand Launched Glider (OHLG)

In the world of Aeromodelling, the simplest aircraft called OHLG aircraft. This aircraft without engine as shown in the image below.
Figure 1: Aircraft OHLG. 

This type of aircraft flown by the way was thrown by hand and then flew the aircraft according to the character and nature at the time the aircraft was flown. How to fly this aircraft as shown in the figure below.
Figure 2: How Flying Aircraft OHLG. 

This aircraft is made of material that is very lightweight and strong enough that Balsa wood. Balsa wood can be obtained at stores that sell equipment Aeromodelling. How to manufacture aircraft OHLG is as follows. Wing shaped like the image below.
Figure 3: Top View from the Wing. 

Aerofoil is a cross-section of the wing. Leading edge (LE) is the foremost point of the aerofoil. Trailing edge (LE) is the rearmost point of the aerofoil. Chord line is a straight line that connects between the LE and TE.

Maximum thickness is 30% of the LE indicated by dashed lines. Aspect Ratio (AR) is a wing slenderness factor. AR at OHLG aircraft by 5 to 12. While the AR in an aircraft that is controlled by radio (Radio Controlled RC Airplanes) by 7 to 10.

The formula is the aspect ratio AR = b ^ 2 / S where b is the wingspan or the distance between the wingtip to the other wing on wing. S is the area of the wing. To determine S with trapezoidal approach below.
Figure 4: Trapezoid. 

From the picture above then S is calculated using the equation S = (a + b) * t / 2
Figure 5: Aerofoil. 

Aerofoil made like Figure 5 above. Maximum thickness is 30% of LE. Aerofoil shape is so determining the ability of aircraft to generate lift force.
Figure 6: Balsa Hardware mounted on LE. 

In the LE along the wing should be used Balsa wood is Hard as shown in figure 6. Installation of Hard Balsa done before making wing. Hard Balsa fitting ends on the wing during flight to the amplifier so that the plane is not easily damaged because of collision with hard objects.

Next enter the stage of manufacture of the fuselage. The fuselage is made of Balsa wood is hard and shaped like the image below.
Figure 7: Body Aircraft OHLG. 

The distance the nose to the LE of the wing chord. Fuselas length of 5.25 multiplied by the wing chord.

Then create a stabilo and fin. Stabilo is the horizontal tail while fin is the vertical tail. Stabilo and fin are made following the instructions below.
Figure 8: Stabilo and Fin. 

Stabilo wingspan of 33.3% of the wingspan. Stabilo chord of 75% of wing chord. Wide fin 33.3% of the stabilo area as shown in figure 8 (shaded part).
Figure 9: Gap between Wing and Stabilo.

Installation of a stabilo on the body with a gap between the wing and the stabilo around 1.5 to 2 cm.

The next step is mounting the amplifier on the wing. The purpose of this amplifier installation so that the wing is not damaged when it made the flight.
Figure 10: The amplifier on the Wing. 

Amplifier installation done under the wing surface as shown in Figure 10. Direction of the wing amplifier fiber that is parallel to the fuselage.
Figure 11: Installation of Aircraft fin. 

Installation of an aircraft fin as shown in Figure 11. In this way more easily in moving the rudder and elevator. To get the aircraft's outer skin silky smooth refinement performed. Smoothing using a plastic that is dissolved using a solvent of plastic. Usually plastic solvent that is used branded Herin. Smoothing is done like painting wood and sanding step is then performed.

The next step considers the aircraft to determine the location of the center of mass or center of gravity (cg). This step is often called the Weight and Balance (WAB). WAB goal to get the cg location as far as 30% of TE as shown in Figure 12. Weight settings by adding a thin metal on the nose of this plane.
Figure 12: Position c.g against TE.

Jumat, 18 November 2011

Apa arti 0,01 detik?

Tanyakan pertanyaan di atas pada Pelari yang mendapat Medali Perak pada perlombaan Lari 100 meter. Dia yang paling mengerti jawabannya. Hanya gara-gara 0,01 detik dia akhirnya kalah dan hanya mendapatkan Medali Perak. Misalkan saja dia bisa berlari lebih cepat 0,01 detik saja, pasti dia akan mendapatkan Medali Emas. Sia-sia saja latihan selama bertahun-tahun. Pertanyaan di atas kalau ditanyakan pada orang kebanyakan mungkin tidak ada artinya, apalagi kalau ditanyakan pada pemalas yang sehari-hari hanya tidur melulu. Waktu itu meskipun sangat singkat tetap berharga. Jangan sia-siakan waktu.

Selasa, 15 November 2011

Renungan

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Guru tidak mesti harus lebih hebat dibanding muridnya. Tidak ada aturannya. Tapi mana mungkin Guru yg goblok akan melahirkan murid yang hebat? Walau kadang dalam Bahasa Jawa, ada murid yg "mletik" atau melakukan lompatan luar biasa. Tapi yg bisa mletik itu paling prosentasenya kecil sekali di bawah 0,01 %. Guru yg tidak bisa Matematika, mana mungkin muridnya ahli Matematika. Guru yg tidak mampu berwirausaha, mana mungkin muridnya bisa ahli dalam wira usaha. Guru yang tidak pernah bertarung di kancah Internasional, mana mungkin muridnya mampu bersaing di Dunia Global. Ah... ini hanya renungan, berarti tugasku masih banyak.

Sabtu, 12 November 2011

Palapa Oath

From now on, I try to be diligent to write here.

Selasa, 01 September 2009

Cara Hadapi Boss


Dari teman: guslim308@yahoo.com

Tips menghadapi boss yang menyebalkan :

1. Jangan biarkan Boss yang menyebalkan bisa mempengaruhi suasana hati Anda. Tetap positif dan sikap apapun dari Boss akan menjadi lebih mudah untuk ditangani.

2. Diskusikan masalah ini dengan orang terdekat Anda, teman ataupun keluarga. Anda perlu berbagi mereka karena sharing itu pun juga bersifat terapi. Keluarga atau teman dekat dapat mendukung serta membantu Anda melalui hari-hari yang paling sulit di tempat kerja.

3. Jika Boss anda memberikan kritikan yang tidak perlu atau bahkan tidak adil, kadang mudah sekali Anda terlarut dalam debat kusir dengannya. Biasanya konfrontasi seperti ini merupakan cerminan pribadi bos anda yang buruk (insecurity) . Jadi lebih baik Anda hindari perdebatan seperti ini terutama tentang siapa yang benar atau salah. Langsung saja dengan membahas solusinya dengan sikap tenang.

4. Ambil cuti jika masalah ini mulai membuat Anda stress, sama seperti yang akan Anda lakukan jika Anda sakit secara fisik (demam,flu, dll). Karena stress juga akan berdampak terhadap kesehatan jiwa anda (depresi).

5. Hindari melapor atau mengadu ke Bos-nya Boss. Kemungkinan besar mereka akan mendukung atasan Anda dan ini bisa menyebabkan masalah lebih besar lagi. Lebih baik jalin hubungan baik dengan senior di perusahaan Anda, tetapi diluar rantai komando (beda department/divisi) . Mereka biasanya akan lebih obyektif .

6. Jika Boss menyerang Anda secara tidak rasional, minta dia untuk menjelaskan ulang. Ini akan membantu Boss Anda untuk bisa memahami kekurangan dalam argumennya atau mungkin mendapat pemahaman lain dari sudut pandang anda.

7. Berbicara dengan teman dan rekan di tempat kerja. Cari tahu apakah mereka menerima perlakuan yang sama dan apakah mereka setuju bahwa itu tidak adil. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah hal ini berlaku kepada anda secara khusus atau bos berlaku tidak adil kepada semua orang.

8. Jangan bawa pekerjaan pulang. Ingat, boss anda hanya membayar waktu bekerja anda di kantor, bukan di rumah. Mereka tidak memiliki hak atas waktu senggang Anda di rumah.

Tetap Semangat!

Sabtu, 22 Agustus 2009

Menahan Diri

Puasa diambil dari Bahasa Sansekerta yang merupakan terjemahan dari ash-shaum yang berarti menahan diri. Kelemahan terbesar manusia adalah sulit menahan diri. Hal ini dilambangkan oleh kisah kakek buyut kita yaitu Adam As yang dimuat di dalam al-Baqarah 35 di bawah ini:

Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini. yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”.

Adam As beserta isterinya telah mendapat kenikmatan yang luar biasa di surga tapi tetap tidak dapat menahan diri untuk mendekati sebuah pohon larangan. Ini menunjukkan manusia memiliki sifat serakah.

Keberhasilan puasa tidak ditentukan oleh lapar atau kenyangnya perut kita, sebab boleh-boleh saja kita kenyang saat puasa karena kita lupa makan dan itu tidak membatalkan puasa. Tapi yang penting di dalam puasa adalah dilaksanakan dengan penuh “imanan wahtisaban” yaitu dengan penuh keyakinan pada Allah Swt dan selalu introspeksi. Dengan introspeksi maka kita dapat menemukan kesalahan-kesalahan yang telah lalu sehingga tidak akan mengulangi di kemudian hari. Oleh karena itu ketika puasa dianjurkan banyak tafakkur, i'tikaf atau duduk termenung di dalam masjid dan menjalankan salat malam atau tarawih.

Kandang kambing atau kandang harimau?

Pilih mana: Masuk ke kandang kambing atau kandang harimau?

Bagi kebanyakan orang bisa dimaklumi kalau memilih masuk ke kandang kambing, sebab biasanya manusia memilih resiko terkecil sehingga aman bagi keselamatannya.

Tapi jika pertanyaan tersebut diberikan kepada Son Goku yang sangat sakti, tentu saja jawabannya: “Terserah mau yang mana saja!”. Sebab Son Goku sangat sakti, dia memiliki pukulan Kamehameha yang mampu menghancurkan 100 harimau sekaligus. Apalagi kalau dia sudah berubah menjadi Super Seiya, maka menghadapi 10.000 harimau sekaligus tidak masalah baginya.

Tapi bagi manusia kebanyakan, jangankan menghadapi 1 harimau, menghadapi 1 kecoa aja sudah pusing 7 keliling.

Masalah akan bisa dihadapi dengan baik apabila kita memiliki kemampuan. Untuk menghadapi masalah-masalah besar maka kita juga harus memiliki kemampuan yang besar pula. Maka tingkatkanlah terus kemampuan anda supaya siap menghadapi masalah-masalah besar.

Selamat berkarya, Merdeka!!!

Kamis, 13 Agustus 2009

Fesbuk Saya

http://www.facebook.com/ardi.cahyono

Kamis, 06 Agustus 2009

Puasa Melatih Kejujuran

Para jama’ah Blog yang dirahmati Allah..

Perintah puasa dimuat dalam al-Baqarah 183 berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Secara mudah dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan puasa adalah agar menjadi taqwa.

Taqwa intinya adalah mengingat Allah dan tumbuhnya kesadaran bahwa kita tidak pernah lepas dari pantauan Allah seperti yang ditulis dalam al-Hadiid ayat 4 bahwa “Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. Dengan kesadaran ini maka diharapkan akan tumbuh budi pekerti luhur atau akhlaqul karimah karena manusia taqwa selalu diawasi oleh Yang Maha Kuasa.

Ibadah Puasa yang sebentar lagi kita kerjakan sangat erat dengan kesadaran selalu diawasi oleh Allah karena puasa adalah ibadah yang bersifat pribadi. Agak berbeda dengan shalat, zakat, dan haji. Kalau ketiga amalan yang terakhir tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang, tapi puasa tidak bisa. Seseorang mencuri minum seteguk saja ketika mandi tidak akan bisa diketahui oleh orang lain, padahal perbuatan tersebut sudah membatalkan puasa. Sehingga orang yang berpuasa dilatih untuk bertanggung jawab dan jujur.

Yaitu jujur pada Allah dan dirinya sendiri. Dengan puasa diharapkan akan terwujud insan yang dapat berlaku jujur termasuk jujur kepada sesamanya.

Kamis, 30 Juli 2009

Hati-hati Membuat Penilaian

Paijo berkata: "Temon itu orang baik, dia suka berbuat sosial".

Blonthang menyanggah: "Nggak gitu, Jo. Dia melakukan hal itu supaya mendapat sanjungan. Saya sudah hafal sekali dengan kelakuannya. Dia khan temanku sejak kecil".

Dari ketiga orang tersebut, siapa yang layak diwaspadai? Paijo, Temon, atau Blonthang?

Menurut saya, Blontank adalah orang yang layak diwaspadai sebab penilaian yang baik akan keluar dari mulut orang baik, sedangkan penilaian kotor keluar dari orang kotor. Maka hati-hatilah dalam membuat penilaian.

Di dalam al-Qur'an surah Al-Hujuraat ayat 11 juga disebutkan, "Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) ... "

Mengolok-olok dengan menjelek-jelekkan sama kah?

Senin, 27 Juli 2009

Mari Berkarya

Ini bukan iklan partai politik tapi himbauan yg keluar dari lubuk hati terdalam.

Ceritanya begini, kisah ini ditulis di dalam buku Shifu Yonathan yg berjudul 36 Kebijaksanaan SGQX kalau gak salah di Bab 4 berjudul Demi Uang (2).

Kisah tsb menceritakan 2 orang sahabat yg satu sukses yg satunya tetap menjadi gembel.

Kisah bermula dari perjumpaan mereka di rel kereta api. Saat itu segerombolan pekerja rel kereta api sedang bekerja membetulkan rel yg rusak. Kemudian melintas kereta api dgn perlahan sekali. Dari dalam kereta melongok kepala seorang bos kereta menyapa salah seorang pekerja rendahan. Mereka tampak akrab, malahan bos sempat turun untuk bercakap-cakap dgn pegawai rendahan tersebut.

Teman2 pekerja rendahan yg lain terheran-heran melihat peristiwa tersebut.

Setelah bos tersebut pergi bersama kereta api, teman2 yang laen bertanya pada pegawai yg saling bertegur sapa tadi.

“Dia siapa?” tanya teman2. “Dia temanku, 26 tahun yang lalu kami sahabat dan kami sama-sama bekerja di rel ini”. Teman2 heran, “Tapi kenapa dia bisa sukses memiliki perusahaan kereta api sedangkan kamu tetap menjadi pekerja rendahan?”.

“Saya bekerja demi uang, sedangkan dia bekerja demi rel ini”… kata pegawai tadi.

Rabu, 22 Juli 2009

Hati-hati Dengan Angka

Seorang pemuda yang baru diterima bekerja di pabrik paku keling, merasa lesu dan tidak bersemangat. Tugas yang diterimanya dirasa sangat berat yaitu membuat 20.000 paku keling dalam sehari. Setelah seminggu bekerja dia merasa tidak tahan kemudian menghadap pimpinannya untuk minta ijin berhenti.

“Saya tidak sanggup lagi bekerja di sini, tugas saya terlalu berat”, kata pemuda itu.

“Bagaimana kalau 1 paku keling saja dalam 1 detik”, pimpinannya menawar.

“Oke, saya akan mencobanya”, kata pemuda itu tertantang.

Ternyata setelah seminggu berjalan, pemuda tersebut tetap bersemangat dan tidak nampak akan mengundurkan diri dari perusahaan paku keling tersebut. Padahal pilihan kedua sebenarnya lebih berat, 1 paku keling dalam 1 detik artinya 25.200 paku keling dalam sehari, kalau misalnya sehari ada 7 jam kerja. Tapi pekerjaan tersebut tetap dinilai ringan sebab yang dibayangkan adalah angka 1, bukan angka 20.000.

Seorang ahli bisnis bisa memanfatkan angka-angka untuk memotivasi anak buahnya, bahkan bisa juga untuk menghancurkan seseorang.

Kalau hendak menggapai tujuan yang besar, gunakan sasaran antara yang kecil-kecil agar semangat tidak terkikis atau bahasa Jawanya “awang-awangen”.

(Dari 36 Kebijaksanaan SGQX)

Senin, 20 Juli 2009

Jangan Meremehkan Orang Lain

Meremehkan orang lain adalah tindakan yang tidak terpuji.

Simak baik-baik kisah kuda dan kambing di bawah ini.

Kuda karena merasa besar, kuat, gagah, serta dapat berlari kencang, dia bersikap sombong kepada kambing. Setiap kambing menyapanya dia melengos tidak meresponnya. Apalagi akhir2 ini kuda sering diajak pergi majikannya maka kesombongannya semakin menjadi-jadi.

Suatu ketika terjadi kemarau hebat sehingga rumput di padang rumput habis. Rumput yang tersisa hanya di gunung-gunung yg penuh batu karang dan terjal. Kambing yang kecil dapat dengan mudah mencapai puncak dan makan rumput. Tapi kuda selalu tidak berhasil mendaki puncak gunung. Berkali-kali kuda mencobanya selalu gagal.

Melihat kejadian itu, kambing merasa iba dan mengatakan: “Kuda, kamu di bawah saja. Makan saja rumput yang saya jatuhkan ini yah”.

Semenjak kejadian itu kuda sadar bahwa tindakannya selama ini salah. (dikutip dari 36 Kebijaksanaan SGQX)

Kalau kita amati kejadian2 di sekitar kita, hal tersebut mudah sekali terlupakan. Misalnya ada suatu resepsi, maka perhatian dan penghormatan selalu diberikan kepada para pembesar atau para pejabat yang hadir di acara tersebut. Sedangkan para pelayan yang mengantarkan minuman atau para tukang cuci piring biasanya tidak pernah ada yang menggubrisnya.

Saya juga sedang belajar untuk selalu mengucapkan terima kasih pada Mas yg sering mengantarkan minuman di meja kerja saya, meskipun hanya sebatas ucapan saja.

Kamis, 09 Juli 2009

Teguh Pada Pendirian

Kita sebaiknya memiliki keteguhan yang kuat pada pendirian kita. Jangan seperti cerita di bawah ini.

Alkisah seorang tua hendak pergi ke kota untuk menjual keledai tuanya. Dia berangkat dengan mengajak cucunya. Dia berjalan kaki menuntun keledainya sedangkan cucunya naik di pungung keledainya. Di perjalanan mereka bertemu dengan si A dan si A mengatakan: “Sungguh pemuda tidak sopan, masak dia enak-enak duduk di atas punggung kuda sedangkan kakeknya berjalan kaki menuntun keledai”.

Karena malu dengan komentar si A tadi maka kakek memutuskan untuk berganti naik ke punggung keledai sedangkan cucunya berjalan kaki menuntun keledai tersebut. Di perjalanan selanjutnya bertemu dengan si B dan si B mengatakan: “Sungguh seorang kakek yang tidak memiliki belas kasihan, teganya dia enak-enak duduk di punggung keledai sedangkan cucunya harus berjalan kaki menuntunnya”.

Kemudian kakek memutuskan untuk turun dari punggung keledai dan keduanya berjalan kaki menuntun keledai tuanya tersebut. Di perjalanan selanjutnya berjumpa dengan pemuda C dan mengatakan: “Jaman sekarang kok masih ada orang bodoh seperti ini, sedang berjalan membawa keledai kok tidak ada yang menungganginya. Benar-benar bodoh kalian ini”.

Pada perjalanan selanjutnya mereka berdua memutuskan untuk naik dia atas punggung keledai. Kemudian mereka bertemu dengan pemuda D dan mengatakan: “Kalian ini apa tidak berpikir, keledai yang kalian tunggangi itu adalah keledai tua. Kenapa kalian berdua menungganginya? Dimana otak kalian?”

Dalam kebingungannya maka mereka memutuskan untuk mengikat kedua kaki depan dan kedua kaki belakang keledai kemudian memikulnya. Tindakan terakhir ini sudah benar-benar bodoh.

Tindakan ini dilakukan karena mereka tidak teguh memegang pendirian. Boleh-boleh saja mendengarkan pendapat orang lain karena orang lain bisa saja benar tapi jangan lupa orang lain juga bisa salah. Sehingga logika tetap harus dipergunakan selama memegang pendirian. Dan yang terpenting, kita adalah yang paling tahu kondisi kita.

Kisah di atas dipetik dari 36 kisah kebijaksanaan Shuang Guan Qi Xia.

Rabu, 08 Juli 2009

Hindari Kesalahan Kecil

Pada jaman dahulu kala ada seorang murid yang hendak turun gunung. Sebelum berangkat sang guru berpesan 3 hal, “Kamu dilarang membunuh, berzina, dan mabuk”.

Ketika sang murid melewati sebuah desa yang sangat indah, dia bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik. Singkat cerita mereka berkenalan dan saling menyukai. Kemudian sang gadis mengajak berzina. Tapi sang murid menolaknya karena ingat pesan guru. Tentunya hal itu membuat sang gadis kecewa.

Tapi sang gadis tidak menyerah, sebelum melakukan perpisahan sang gadis mengajak murid untuk minum. Ajakan tersebut juga ditolak karena pesan guru salah satunya dilarang mabuk. Sang gadis masih juga mendesak, “Kalau minumnya sedikit saja dan tidak mabuk berarti tidak masalah”. Dari situ sang murid mulai tergoda, “Benar juga, kalau minum cuman sedikit itu hanya kesalahan kecil tentunya mudah sekali dimaafkan, tokh juga tidak mabuk berarti tidak melanggar larangan”.

Lalu keduanya minum untuk memperingati perpisahan yang akan mereka lakukan. Mulanya mereka minum sedikit, lama kelamaan minum terus secara tidak sadar mereka sudah mabuk dan melakukan perzinaan. Ketika sang murid tersadar dia menjadi ketakutan karena sudah melanggar larangan guru yaitu mabuk dan berzina. Dalam kebingungannya tersebut akhirnya sang murid memutuskan untuk membunuh gadis tersebut agar rahasianya tidak terbongkar.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah seringkali kesalahan-kesalahan besar dimulai dari kesalahan kecil, maka jangan menganggap sepele kesalahan-kesalahan kecil.

Kasus Narkoba yang menimpa para remaja sering dimulai dari rokok. Sehingga MUI mengeluarkan fatwa rokok haram.

Ketika debat Cawapres awal Juli 2009, para cawapres sepakat terhadap larangan rokok ini. Hanya cawapres no. 1 yang masih berdalih bahwa larangan tersebut tidak dapat serta merta karena perusahaan rokok merupakan penyumbang pajak yang cukup besar dan akan banyak petani tembakau yang rugi jika rokok dilarang.

Tapi, logika cawapres no. 1 tersebut dapat dipatahkan oleh penjelasan Pak Ton (Kartono Muhammad mantan ketua IDI) setelah acara debat tersebut. Pak Ton mengatakan bahwa yang membayar pajak rokok bukan perusahaan rokok tapi para perokoknya. Juga petani tembakau tidak akan menganggur sebab tembakau bukan hanya untuk bahan rokok tapi dapat dipergunakan untuk bahan obat-obatan.

Kisah di atas dipetik dari 36 kisah kebijaksanaan Shuang Guan Qi Xia.

Minggu, 28 Juni 2009

Indahnya Kegagalan

Kalau kita baca sejarah penemuan lampu pijar oleh Thomas Alfa Edison, dia sukses menciptakan lampu pijar setelah percobaanya yang ke 9999 (Sembilan ribu Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan) sumber: http://www.andriewongso.com/awartikel-234-Campus_Corner-Belajar_Memahami_Kegagalan_Dari_Thomas_Alfa_Edison

Artinya percobaan gagalnya sebanyak 9998 atau Sembilan ribu Sembilan ratus Sembilan puluh delapan. Seandainya Thomas Alfa pundung atau mutung pada percobaannya yang ke 9998, saya kira dunia ini mungkin masih menggunakan lampu minyak :)

Thomas Alfa Edison ini mempunyai 1093 (seribu Sembilan puluh tiga) penemuan yang sudah dipatenkan. Kalau percobaan berhasil dibandingkan gagal perbandingan kasarnya 1:10.000 , maka Thomas Alfa Edison perkiraan saya sudah melakukan percobaan sebanyak 10.000.000 (sepuluh juta) kali percobaan. Ini sungguh menakjubkan!

Ternyata orang2 sukses itu gagalnya jauh lebih banyak. Mahasiswa2 saya kebanyakan sering mengeluh pada kegagalan yg pertama. Padahal kalau mereka pengen sukses harus banyak mengalami kegagalan. Saya kira tidak ada seorang ahli naik sepeda yang tidak pernah jatuh, pasti mereka sudah sering jatuh yang akhirnya menyebabkan mereka tahu cara-cara supaya tidak jatuh.

Juga kalau kita lihat para pengusaha yang sukses, mereka rata-rata pernah atau bahkan sering gagal. Pengusaha2 yg langsung besar dan petentang-petenteng biasanya dibangun dari bisnis KKN dan biasanya tidak tahan lama kemudian terpuruk juga.

Jadi kesimpulannya adalah, perlu semangat baja untuk sukses sehingga pantang menyerah.

Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Kalimat di atas sering saya dengarkan di berbagai event, tapi untuk melaksanakannya tidak semudah mengucapkannya. Dakwah amar ma’ruf nahi munkar merupakan kegiatan yang sangat berat.

Disebutkan di dalam QS 3:104: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar”.

Di dalam ayat di atas al-khayr dan al-ma’ruf disebutkan secara bersama-sama. Kedua kata tersebut sering diterjemahkan sama yaitu kebaikan, tapi sebenarnya ada perbedaan yang sangat mendasar. Al-khayr adalah kebaikan normative atau yang fundamental dan tidak dipengaruhi oleh ruang dan waktu, sedangkan al-ma’ruf adalah kebaikan yang bersifat operasional sehingga dipengaruhi oleh ruang maupun waktu.

Dakwah amar ma’ruf nahi munkar berarti bersifat operasional sehingga bukan hanya menyangkut pada materi dakwah tapi juga berkaitan dengan strategi dakwah. Untuk menentukan strategi yang tepat maka harus dipahami siapa yg menjadi obyek dakwah, karakteristiknya bagaimana sehingga dapat ditentukan tujuan, sasaran, dan target dengan lebih akurat.

Hal ini yang tidak mudah sehingga kata kuncinya adalah belajar terus menerus agar dakwah tersebut dapat berhasil. Orang2 yang selalu menuntut ilmu mendapat keistimewaan di mata Allah Swt seperti disebutkan di dalam QS 58:11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Dengan mengkaji ilmu dakwah secara komprehensif diharapkan dakwah akan lebih berhasil sebab akan lebih banyak alternatif pilihan yang dimiliki. Alternatif bukan hanya yang pernah dilakukan oleh orang2 di suatu tempat tapi juga alternatif yang pernah dilakukan oleh orang di tempat lain. Dengan banyaknya alternatif maka kemungkinan berhasil akan lebih besar seperti digambarkan dalam kisah Nabi Ya’qub di dalam QS 12:67 : “Dan (Ya’qub) berkata: Hai anak-anakku janganlah kamu masuk dari satu pintu saja, tetapi masuklah dari berbagai pintu”.

Saya kira dakwah melalui jalur ekonomi juga penting untuk mendukung keberhasilan dakwah.

Kamis, 25 Juni 2009

Hati yang Bersinar

Kegunaan utama dari lampu adalah sebagai alat penerangan. Dengan adanya lampu yang bersinar maka suasana di dalam ruangan akan menjadi terang. Apa saja dan kegiatan apa saja yang terjadi di dalam ruangan tersebut akan tampak jelas.

Di dalam diri kita juga ada sesuatu yg bersifat seperti lampu yang memancarkan cahaya yaitu hati. Sehingga hati juga disebut nurani dari kata nuur yang berarti cahaya. Dengan adanya hati maka akan terlihat jelas di dalam diri kita perbuatan baik dan buruk. Setelah semua perbuatan terlihat jelas, maka perbuatan baik harus dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan perbuatan buruk harus dikoreksi supaya berkurang atau hilang.

Berkaitan dengan ini ada sebuah kisah yaitu ketika sahabat Wabishah bertanya kepada Rasulullah Saw: “Wahai Nabi, apa yang dimaksud dengan kebaikan dan apa yang dimaksud dengan keburukan”. Nabi menjawab: “Wahai Wabishah, kebaikan adalah apa saja yang kamu lakukan dan menjadikan hatimu tenteram sedang keburukan adalah apa saja yang kamu lakukan dan membuat hatimu menjadi resah”. Sehingga memang benar bahwa hati dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebaikan dan keburukan di dalam diri manusia sehingga manusia dapat mengendalikan perbuatannya.

Agar hati tetap bersinar sehingga dapat berfungsi dengan baik, maka hati tersebut mestinya dirawat dari segala penyakit hati seperti: iri, dengki, hasud, sombong, dan lain sebagainya. Selain itu, hati juga mestinya dirawat dengan do’a yang sering kita panjatkan ketika kita membaca al-Fatihah yaitu “Ihdinashshiraathalmustaqiim “ yang berarti “ (Ya Allah) Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus”. Sebelum memanjatkan do’a tersebut selalu didahului dengan mengucapkan “Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin“ yang berarti “Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan”. Hal itu menunjukkan bahwa untuk mendapatkan petunjuk jalan yang lurus itu tidak mudah sehingga kita mesti mengiba dgn sangat bahwa tidak ada cara lain dan jalan lain selain meminta kepada Allah Swt.

Orang yang hatinya gelap maka disebut zalim, sebab zalim berasal dari kata zulmun yang berarti gelap. Maksudnya hatinya gelap karena sinarnya tidak memancar disebabkan tidak dilakukan perawatan. Kita jangan sampai menjadi orang yg zalim atau jahat. Yang jahat bukan hanya dilakukan oleh orang2 yg tidak ngerti agama tapi juga dapat dilakukan oleh orang2 yg mengerti agama.

Seseorang yg membunyikan puji-pujian atau kaset-kaset bacaan al-Qur’an dengan keras di masjid apalagi jika sound systemnya tidak merdu.. itu juga berlaku zalim sebab akan mengganggu bayi2 dan orang2 yang sedang sakit di sekitar masjid.